Connect with us

Festival

Festival Tanjung Waka 2021 “Optimalisasi Destinasi Edu-Eko-Wisata Sula Melalui Konservasi Ekosistim dan Budaya Menuju Pariwisata Berkelanjutan”

ARCHIPELAGOS.ID – Jika berkunjung ke Festival Tanjung Waka nanti, janganlah kaget jika di gerbang masuk lokasi acara anda akan ditodong warga setempat dengan pertanyaan sederhana; “APAKAH ANDA SEORANG PELESTARI LINGKUNGAN?” Mereka mengutamakan tamu FTW2021 yang “berkualitas”.

Mereka akan menanyakan komitmen kita semua untuk memelihara kelestarian pantai, hutan, laut dan budaya leluhur mereka. Mereka bertekat menjaga warisan kekayaan alam maha besar ini untuk anak cucunya kelak. Sangat sederhana, mereka hanya ingin generasi berikutnya bisa melihat penyu belimbing bertelur dan hidup bebas di sepanjang 7 km pesisir Pantai Tanjung Waka tanpa diusik manusia. Mereka ingin generasi Sula akan datang bisa berenang di kawasan perairan ini dan masih bisa melihat gerombolan ikan karang yang indah, sekumpulan ikan hiu black tip dan keindahan terumbu karang. Mereka berkomitmen menjaga kelestarian hutan mangrove, lebah, kupu-kupu, burung, kepiting kenari dan seluruh ekosistem di Kepulauan Sula.

Festival Tanjung Waka 2021 adalah refleksi kehidupan masyarakat lokal di Kepulauan Sula yang sesungguhnya. Warga di Sula akan bersuka cita menggelar sejumlah warisan budaya leluhur mereka yang penuh kesederhanaan namun mempunyai pesan moril yang bernilai tinggi. Kekuatan kearifan lokal dan filosofi hidup masyarakat Sula akan menjadi “industri kreatif” warga setempat dalam menciptakan suasana festival yang khidmat.

FTW2021 adalah festival berbasis konsep Edu-Ekowisata. Bagi masyarakat Sula, destinasi alam yang indah di sana hanyalah sebuah bonus. Yang menjadi target mereka adalah festival ini dapat menjual ilmu pengetahuan dan filsafat lokal. FTW2021 mengedepankan tingkat partisipasi masyarakat setempat dengan konsep “green event”. Mereka akan menggunakan strategi ini untuk mempertahankan keutuhan dan keaslian ekosistim disana sesuai dengan tuntutan dari para eco-traveller. Penyelenggaran event ini mengedepankan pemeliharaan alam dan lingkungan, keaslian seni dan budaya, adat istiadat, pemeliharaan flora dan fauna, serta keseimbangan hidup antara manusia dan alam.

Sejumlah acara akan digelar di Festival Tanjung Waka meliputi, Gowes “Bena Sepeda 47 km FTW2021”, Historical Camping, Coastal Cleanup, Coral Transplantation, Sea Turtle Conservation, Traditional Colossal Performance, Traditional Children Games, Traditional Live Cooking, Five-Day Local Culinary Adventure, Sula Arts & Cultural Expo 2021, Explore The Turtles Palace of Tanjung Waka, Water Sports, Habar Sua Seminar, International Seminar on “Sustainable Coastal Tourism” dan pencanangan Kabupaten Sula Bebas Sampah Plastik 2024.

Pemerintah Kab. Kepulauan Sula dan masyarakat setempat berkomitmen untuk melaksanakan eco-event ini berbasis ekologi. Empat pilar konsep eco-event pada FTW2021 yaitu penempatan lokasi acara yang ramah lingkungan (outdoor), pilihan penggunaan perlengkapan makanan dan minuman yang 100% menggunakan bahan non plastik, penggunaan bahan material/konstruksi pendukungan event (panggung, booth, dekorasi, dll) yang ramah lingkungan dan penggunaan sistim komunikasi digital dan sistim transportasi bersama. Selama acara berlangsung, pelaksana acara, masyarakat dan seluruh komunitas lokal akan mengkampanyekan “Stop Penggunaan Plastik Kemasan Sekali Pakai” sebagai kampanye sadar lingkungan. Masyarakat lokal akan mengenakan T-Shirt bertulis: “I CONSERVE NATURE, HOW ABOUT YOU?”

Seluruh tamu undangan dan pengunjung FTW2021 diwajibkan membawa tumbler (botol air). Pihak penyelenggara akan menyediakan puluhan stasiun air mineral isi ulang (water stations) secara gratis di sepanjang areal acara.
Penyelenggara acara akan membuat “Gerbang Sampah Raksasa” dan “Terowongan Sampah” hasil pengumpulan 2 ton sampah organik dan non organik dari areal acara dan pesisir Sula.

Nilai budaya dan tradisi lokal masyarakat Kab. Kepulauan Sula akan mendominasi pelaksanaan FTW2021. Suguhan kuliner leluhur masyarakat Sula akan dipresentasikan secara dramatis melalui live cooking, barbeque dan sunset dinner di pesisir pantai Tanjung Waka. Sajian Sinoli dan Jepa (campuran sagu dan parutan kelapa), Hutamia (jamur merah), Nasi Jagung Rempah, Utanil (Sambal dari pucuk pohon kedondong hutan), Seafood dengan olahan serba kenari serta olahan Kuliner Berbasis Madu akan disuguhkan ke tamu undangan. Selain itu, FTW2021 juga mengedepankan value event dengan menggeliatkan bisnis UMKM ekonomi kreatif di Kab. Kepulauan Sula. Panitia akan menggelar Sula Arts & Cultural Expo 2021 yang menampilkan produk UMKM Sula yang memiliki daya tarik dan kualitas prima seperti produk madu, cokelat, kenari, anyaman daun pandan, produk olahan perikanan, kerajinan tangan dan bisnis kuliner lokal.

Sebanyak 250 anak-anak lokal di sepanjang pesisir pantai di Semenanjung Sula, atraksi pelaku UMKM dan atraksi sejumlah penggiat seni budaya akan menghentak tamu undangan melalui pentas istimewa bertajuk “Island of Unimagined Stages”, pentas kolosal dengan panggung terpanjang di Indonesia dengan koreografer Eko Supriyanto. Masyarakat lokal secara langsung akan menuturkan kisah leluhur mereka yang penuh dengan filosofi hidup yang menakjubkan. Seluruh tamu undangan disarankan mengenakan pakaian adat ataupun atribut adat dari Kab. Kepulauan Sula sebagai wujud penghormatan kepada nenek moyang dan adat istiadat masyarakat di kepulauan ini.

Pada FTW2021 juga akan dilaksanakan Seminar Internasional dengan tema “Sustainable Coastal Tourism; Ecosystem Conservation and Integrating Sustainable Tourism Development” bekerjasama dengan The Sunshine Coast University (Australia), The Great Barrier Reefs (Australia), Universitas Khairun Ternate, dan Universitas Padjajaran (Jawa Barat). Seminar internasional ini juga akan melibatkan Coral Triangle Center (CTC) Indonesia yang telah bekerja meampungkan Pengelolaan dan Zonasi Kawasan Konservasi Pesisir, dan
Pulau-Pulau Kecil di Sula. Seluruh komponen dalam seminar ini secara bersamaan dengan Menteri Pariwisata akan melakukan transplantasi terumbu karang dan pelepasan 500 ekor anakan penyu di perairan Tanjung Waka pada acara pembukaan FTW2021.

FTW2021 direncanakan akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Duta Besar Kerajaan Spanyol dan Utusan sejumlah kedutaan asing di Indonesia, Gubernur Maluku Utara, Deputy Bidang Produksi Wisata dan Penyelenggaraan Event Kemenpar RI, Sultan Tidore, Unsur Pimpinan
Daerah di Maluku Utara, serta tamu kehormatan lainnya. Event ini ditargetkan akan dikunjungi 10.000 wisatawan nusantara dan mancanegara yang terdiri dari jurnalis, fotografer, influencer/artis, videographer, vlogger, blogger, divers, komunitas lokal dan nasional, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, instansi pemerintah, masyarakat Kab. Kepulauan Sula dan masyarakat Maluku Utara.

FTW2021 adalah event penting bagi masyarakat di Kab. Kepulauan Sula sebagai langkah strategis percepatan peningkatan ekonomi masyarakat setempat serta sebagai peluang untuk mempromosikan sektor pariwisata di wilayah ini, khususnya pengembangan Community Based Tourism (pariwisata berbasis masyarakat). FTW2021 akan selalu berkomitmen mengedepankan konsep-konsep pelestarian lingkungan, konservasi sumberdaya alam, pengembangan potensi kearifan lokal, pariwisata berkelanjutan dan mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat di destinasi setempat.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending