Connect with us

Festival

Usung Tema ‘Ulun Danu’ Memuliakan Sumber Kehidupan dan Peradaban

Setiap tahunnya, Pesta Kesenian Bali selalu mengusung tema unik dan filosofi yang berbeda untuk menumbuh suburkan kebudayaan lokal.

Mau wisata alam atau kuliner? Semua ada di Bali. Bali menyimpan sejuta pesona yang telah diakui dunia. Maka tak heran, belum lama ini Bali dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia oleh Traveller’s Choice Award 2017.

Namun tidak hanya keindahan alam dan nikmatnya kuliner di Bali, konsep pariwisata budaya yang secara implisit memasukkan misi menumbuh suburkan kebudayaan lokal merupakan daya tarik tersendiri.

Racikan tangan-tangan kreatif para pelaku seni dan pariwisata baik lokal maupun internasional didukung oleh pemerintah terselenggara suatu acara budaya bertajuk Pesta Kesenian Bali (PKB).

Pesta Kesenian Bali atau Bali Arts Festival dibentuk dengan kredibilitas dalam melestarikan dan menampilkan otentik kesenian Bali yang adiluhung. Tahun 2017 ini merupakan tahun ke-39 penyelenggaraan.

Tahun ini Pesta Kesenian Bali yang diselenggarakan pada 10 Juni – 8 Juli mengusung tema ‘Ulun Danu: Melestarikan Air Sumber Kehidupan’. Ulu berarti kepala, pusat, sumber, hulu. Sedangkan Danu bermakna danau atau sumber air. Sehingga Ulun Danu bisa diartikan sebagai pusat/sumber mata air.

Bagi masyarakat Bali, Ulun Danu merupakan kearifan lokal berupa pengetahuan tentang bagaimana kita semestinya memelihara, memuliakan, dan mengelola air sebagai sumber kehidupan dan penghidupan serta sumber peradaban.

Atraksi pawai menyuguhkan pertunjukan kreativitas dan seni kolosal pakaian adat, tarian, musik, kerajinan dan budaya khas se-kabupaten dan kota di Bali menjadi prosesi pembuka pesta rakyat ini. Rute parade melewati panggung kehormatan di sisi Selatan Monumen Bajra Sandhi. Menyusuri sebagian Jalan Raya Puputan.

Yang menarik di tahun ini salah satunya pertunjukan Ngusaba Guling sebuah tradisi turun temurun dari Desa Timbrah Karangasem yang mempersembahkan babi guling dalam jumlah yang banyak. Persembahan babi guling merupakan wujud terima kasih krama atas limpahan karunia, berupa hasil bumi dan ternak dari Ida Batara yang malinggih dan di-sungsung di Pura Dalem Desa Pakraman Timbrah.

Selain itu festival tahunan ini terbesar di Bali ini juga dimeriahkan dengan berbagai jenis perlombaan, pameran kerajinan rumah, pameran industri kecil. Ada juga festival kuliner yang banyak menyajikan makanan lokal, pertunjukan musik, serta tari-tarian kontemporer yang sayang untuk dilewatkan. ** (Endra Mardhani)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending