Connect with us

Festival

Tari Kolosal Nestapa Pemburu Timah

Festival Negeri Laskar Pelangi

Tak hanya keindahan alamnya, Surga dunia bagian barat Indonesia ini juga memiliki festival budaya yang sayang untuk dilewatkan.

Belitung masuk ke dalam ’10 Bali Baru’ oleh Kemenpar. Keindahan pantai, pasir putih sebening gula, artistiknya batu granit raksasa hingga pulau-pulau kecilnya menggambarkan keindahan surga di dunia.

Untuk menarik minat traveller, Belitung tak hanya fokus pada keindahan alamnya saja, namun kearifan budaya lokal juga ditonjolkan melalui berbagai event serta festival seni dan budaya. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, para pelaku seni dan masyarakat ikut berkontribusi menghelat suatu acara budaya yang bertajuk Festival Negeri Laskar Pelangi.

Festival Negeri Laskar Pelangi (FLNP) merupakan event budaya dan seni terbesar yang pernah diselenggarakan di Belitung. Ajang ini mempertontonkan pentas seni gabungan tradisional dan modern, bazar serta karnaval. Pengunjung bisa menikmati sentuhan edukasi dan budaya mulai dari fotografi, latihan musik dan bernyanyi, musik keroncong dan akustik, pameran lukisan, pentas seni tradisi, hingga Pawai Manusia Timah.

Festival Negeri Laskar Pelangi berlangsung tiga hari, 14-16 Juli 2017, berpusat di Bundaran Tugu Satam, Pusat Kota Tanjungpandang Belitung. Puncak acara dimeriahkan oleh tarian kolosal Pendulang Timah yang melibatkan ratusan anak-anak SMP.

Tahun 2017 ini merupakan tahun ketujuh penyelenggaraan. Adalah Andrea Hirata, sang penulis tetralogi Laskar Pelangi yang pertama kali mencetuskan event budaya tersebut pada tahun 2010. Termasuk persembahan tarian kolosal sebagai klimaks acara.

Tarian Pendulang Timah dilakonkan oleh ratusan pelajar sekolah menengah berbalut kapur putih dan warna-warni di sekujur tubuh. Tarian ini mengisahkan masa-masa kelam penambangan timah di Belitung pada masa lampau, dimana para buruh timah Belitung mendapat porsi terkecil dari kekayaan tambang yang ada di pulau tersebut. Semua diterjemahkan dalam gerakan ngelimbang, nepes, nimbus, ngebuatkan, mengangkat karung dan semprot. ** (Endra Mardhani)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending