Connect with us

Profile

Syamsuddin Soleman: Bangun Eksistensi Morotai Lewat Udara

Syamsuddin Soleman

Pulau Morotai yang berada di Provinsi Maluku Utara saat ini tengah menjadi destinasi favorit para turis, baik itu lokal maupun mancanegara. Pulau di timur Indonesia ini mengombinasikan daya tarik wisata alam, bahari, dan budaya melalu berbagai macam festival. Buat kamu yang ingin melalang buana ke Morotai bakalan membuat kamu merasa nyaman dan punya pengalaman baru.

Sebagai upaya mendorong percepatan pengembangan pariwisata Morotai, banyak hal yang dilakukan pemerintah setempat agar pulau yang luasnya 1.800 km persegi ini menjadi destinasi wisata kelas dunia. Salah satunya adalah dengan mengembangkan pembangunan Bandara Pitu yang notabenenya merupakan gerbang utama destinasi Morotai.

Tentunya dalam melakukan pengembangan bandara ini memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Step by step pembangunan bandara dikembangkan hingga akhirnya menjadi tulang punggung pemerintah hingga masyarakat Morotai.

Syamsuddin Soleman: Bangun Eksistensi Morotai Lewat Udara

Adalah Syamsuddin Soleman sosok sederhana di balik pengembangan Bandara Pitu, Morotai. Pria kelahiran Tidore, 15 Juli 1963 ini merupakan Kepala Bandara pertama di Morotai yang menjadikan Bandara Pitu yang semula bandara untuk pesawat perintis menjadi bandara komersil.

“Kami dari pihak bandara sudah melakukan perluasan terminal, dari 360 menjadi 1.820, jadi total pada 2017 ini adalah 2.200. Untuk safety nya sudah kami buatkan pengaman dari gangguan binatang ataupun manusia sepanjang 7.000 meter,” jelas Syamsuddin Soleman, Kepala Bandara Pitu Morotai

Selain membenahi terminal demi kenyamanan wisatawan, KA Bandara yang telah menjabat sejak 2014 ini juga membangun beberapa akses transportasi penunjang, seperti jalan raya menuju ke Bandara Pitu.

“Akses jalan masuk bandara kami buat baru, untuk memperlancar kendaraan masuk ke terminal. Kami juga akan memperkuat crew untuk menangani masalah apabila terjadi yang tidak diinginkan,” lanjutnya.

Melalui tangan dinginnya, Bandara Pitu, Morotai kini memiliki akses dan fasilitas untuk wisatawan sebagai penunjang pariwisata daerah ini. Oleh karena itu Morotai menjelma sebagai daerah tujuan utama destinasi wisata kurang dari satu dekade terakhir.

Guna melancarkan usahanya membangun eksistensi Morotai, Syamsuddin menggandeng beberapa pejabat publik, seperti Pemerintah Daerah, dan TNI Angkatan Udara (AU) yang sebelumnya mengelola Bandara Pitu. Makanya dalam pembenahannya, pria tiga anak ini tidak mendapatkan kesulitan yang berarti.

Syamsuddin menargetkan pada 2018 akan menambahkan rute penerbangan dan mamperlebar run way demi kelancaran transportasi di Morotai.

“Pengembangan selanjutnya adalah 2018, kami akan terus meningkatkan run way, dan itu akan terus kami perlebar lagi. Sekarang lebarnya masih 30 meter, dan akan kami lebarkan lagi menjadi 45 meter. Panjangnya sudah memenuhi syarat 2.400. itu program yang akan kami lakukan 2018,” tutup Syamsuddin. **

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending