Connect with us

Digest

Sosper Kepemudaan, Sahruddin Said Serukan Bangkit di Masa Pandemi

Anggota DPRD Kota Makassar Sahruddin Said terus berupaya memberdayakan dan mengembangkan potensi pemuda dalam aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara berdasar pancasila dan UUD 1945 dalam kerangka NKRI.

Hal tersebut diutarakan dalam gelaran sosialisasi penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Kepemudaan di Hotela Agraha, Senin (10/8/2020).

Hadir sebagai narasumber, Akademisi Unismuh Arqam Azikin dan Gibran Eka Saputra, Mantan Ketua KNPI Sulsel.

“Kami ingin memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat, mulai dari pembentukan, wadah, fasilitas, pembinaan, kemudian permodalan, supaya para pemuda punya kegiatan bernilai positif,” tegas Sahruddin.

Lanjutnya, tak bisa dipungkiri di Makassar Utara marak terjadi kekerarasan dan bentrok antar pemuda. Dengan adanya Perda Kepemudaan ini bisa memberi ruang bagi pemuda untuk belajar membentuk komunitas bernilai positif.

“Fungsi kami di parlemen sebagai fasilitator agar pemuda kita bisa semakin baik. Bangsa ke depan tergantung bagaimana pemuda hari ini,” ungkap politisi PAN itu.

Sahruddin juga menggelorakan motivasi di masa pandemi banyak hal yang bisa dijadikan peluang kegiatan produktif dengan menonjolkan kreatifitas.

“Banyak peluang baru dari Wabah Covid-19, perlu kreatifitas. Tidak ada alasan untuk tidak bangkit di situasi sulit. Tidak ada kesuksesan jika memang orang itu tidak mau sukses,” tandasnya.

Sementara itu, Arqam Azikin dalam pemaparannya menilai, Perda Kepemudaan ini memberi jawaban bagi pemuda sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, serta agen perubahan. Menjaga pancasila sebagai ideologi negara. Meningkatkan ketahanan daerah dan nasional.

“Anak muda tidak boleh berpikir ideologi lain selain pancasila. Tidak ada lagi perdebatan. Pancasila sudah final. Perdebatannya adalah nilai pancasila itu sendiri,” ujar Arqam.

Bagi Arqam, pemuda punya peran menjaga ideologi pancasila. Menjaga ketahanan nasional. Pancasila dan UUD 1945 adalah tonggak negara, azas negara. “Allah menakdirkan negara ini dengan segala kekayaan alamnya. Negara bisa saja bubar kalau pemuda tidak menjaga ideologinya.”

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending