Connect with us

Tour

Sensasi Menginap Ala Raja, Hingga Sesapan Kopi Robusta

Berbicara Kota Magelang tak melulu tentang Candi Borobudur, ada tempat menarik lainnya yang bisa Anda nikmati bersama keluarga. Memiliki udara sejuk sudah pasti menjadi bagian penting dalam menentukan lokasi liburan. Tapi jika Anda ingin mendapatkan kemewahan dan ketenangan, MesaStila Resort & Spa bisa menjadi pilhan.

MesaStila Resort & Spa menawarkan sensasi yang berbeda, di resor seluas 22 Hektar ini bisa membuat liburan Anda bak seorang raja. Letak geografisnya yang dikelilingi 8 gunung ikonik di Jawa Tengah menjadi daya tarik tersendiri di sini.

Selain menyuguhkan panorama alamnya resort yang berada di Desa Grabag Losari ini kental dengan jejak sejarah zaman Belanda. Terlihat dari ruang receptionist yang dulunya merupakan Stasiun Mayong, Jepara. Kemudian pada tahun 2001 silam pihak MesaStila Resort & Spa memindahkan bangunan ini dari Jepara ke Losari. “Ini Asli dari Mayong di Jepara, ke sini (Magelang),” ujarnya petugas MesaStila Resort & Spa sembari menyambut para tamu lainnya.

Berkeliling MesaStila Resort & Spa menjadi agenda wajib sebelum menginap. Karena seluruh bagunan di sini didominasi dengan kayu jati, termasuk villa yang dimiliki MesaStila Resort & Spa. Dari sudut pandang manapun villa-villa di MesaStila Resort & Spa berlatar belakang gunung dan pepohonan yang rindang.

Sebanding dengan pemandangan yang cantik serta bangunan yang unik, MesaStila Resort & Spa juga memiliki beberapa spot yang instagrammable. Seperti pohon yang dihiasi dengan lampu, hingga gapura berbentuk unik.

Menyesap Kopi

Bukan hanya mewah, kolaborasi pemandangan alam dan perkebunan kopi robusta di atas ketinggian 680 mdpl menjadi primadona utama. Dengan luas 11 hektar Anda bisa berkeliling perkebunan kopi sembari melihat proses olahan kopi yang dilakukan secara manual.

“Salah satu yang menarik dari resor ini adalah perjalanan wisata kebun kopinya. Kami akan mengajak para wisatawan berjalan mengelilingi kebun kopi, menjelaskan perihal biji kopi yang layak untuk dipanen, proses penyemaian pupuk untuk pohon kopi, hingga penyajian kopi secara langsung,” papar Rizal, salah satu pegawai resor tersebut.

Kopi robusta yang terkenal dengan aroma kuat serta asam tidak pekat tetapi tetap memiliki body yang tebal seperti arabika. Karakter yang tidak hanya cocok untuk dijadikan konsumsi sehari-hari, tetapi juga untuk sebuah komoditi utama.

Di perkebunan MesaStila juga menerapkan teknik okulasi silang antara robusta dengan arabika, ataupun robusta dengan arabika. Teknik tersebut cukup membantu petani yang kekurangan lahan.

Proses panennya pun cepat hanya tiga tahun setelah okulasi karena tidak memulai dari bibit, melainkan meminjam batang pohon dari tanaman kopi yang sudah bertumbuh. Sejauh ini, perkebunan sudah dua kali memanen kopi dari hasil persilangan.

Sayangnya, kopi yang ditanam dan diproduksi di sana tak dijual bebas di pasaran. Hanya dikonsumsi bagi tamu yang menginap maupun peserta tur. Juga disediakan dalam pouch atau kanting ukuran tertentu untuk dijual di penginapan itu sendiri dalam bentuk bubuk maupun biji.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending