Connect with us

Culture

Puncak Perayaan Waisak Diharapkan Mendongkrak Popularitas Borobudur

Puncak perayaan Hari Trisuci Waisak 2562 BE yang dipusatkan di kompleks Candi Borobudur diharapkan mampu mendongkrak popularitas candi Budha terbesar di dunia itu.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, mengatakan pihaknya menyambut gembira kegiatan umat Budha Indonesia dan seluruh dunia yang sedang merayakan puncak Hari Trisuci Waisak 2562 BE.

“Pada momentum ini diselenggarakan Famtrip Waisak 2018 bagi pemuka agama Budha atau monk dan jurnalis dari Thailand dan Vietnam,” katanya.

Pihaknya menyelenggarakan kegiatan perjalanan wisata pengenalan (famtrip) obyek wisata di kawasan Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah dan Yogyakarta tersebut, mengajak sebanyak 16 orang, terdiri 7 orang monk dari Thailand, 2 orang monk dari Vietnam serta 3 jurnalis stasiun TV Budha Thailand, 2 jurnalis stasiun TV Vietnam, 1 jurnalis media cetak Vietnam, serta didampingi 1 staf KBRI Hanoi, Vietnam.

Famtrip berlangsung 6 hari, dimulai pada 27 Mei hingga 1 Juni 2018.

Selain itu pada kesempatan ini juga, rombongan asal Laos berjumlah 19 orang yang terdiri dari 5 Bhante (Monk) dan 14 komunitas umat Budhha juga turut hadir dalam perayaan Waisak.

“Sebagian dari mereka merupakan peserta Fam Trip Trail of Civilization Vesak Day 2561 BE pada tahun sebelumnya. Mereka menyatakan sangat terkesan dengan perayaan Hari Raya Waisak tahun lalu di Candi Borobudur, sehingga mereka memutuskan untuk kembali mengikuti prosesi Waisak di Indonesia di tahun ini,” katanya.

Ia mengatakan, wisata candi akan menjadi pengalaman luar biasa bagi wisatawan.

Sebagai Mahakarya Budaya Dunia yang menjadi ikon destinasi prioritas di Jawa Tengah, Borobudur diyakini bisa menjadi inspirasi pembawa pesan perdamaian dan keharmonisan umat ke seluruh dunia.

“Komposisinya lengkap karena wisatawan juga bisa mendapatkan nilai historis yang lengkap. Inilah wajah cantik dari Indonesia, belum lagi Keraton beserta Taman Sari Yogyakarta terus eksis sebagai pusat peradaban Jawa. Sebagai warisan budaya dunia dengan logo UNESCO, nilai Borobudur sangat luar biasa, kata Menpar.

Sementara menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana, kegiatan famtrip yang diselenggarakan saat perayaan Hari Waisak 2562 BE merupakan upaya untuk mempromosikan Candi Borobudur dan sekitarnya kepada para monk dan pengikutnya.

“Termasuk juga komunitas umat Buddha, dan para jurnalis dari Thailand dan Vietnam guna meningkatkan kunjungan umat Budha sebagai wisman (wisatawan mancanegara) agar datang ke Indonesia, katanya.

Rombongan Famtrip tiba di Yogyakarta pada Minggu (27/5) dan langsung menuju Magelang.

Rangkaian Famtrip dalam rangka perayaan Hari Trisuci Waisak 2562 BE dimulai pada Senin (28/5) di Candi Borobudur untuk melakukan persembahyangan/berdoa, di Rupadhatu Candi Borobudur dan melaksanakan ritual “Pradakshina” (mengelilingi Rupadhatu).

Rombongan diajak ke Desa Wisata Candirejo dengan aktivitas berkeliling menggunakan andong, melihat pembuatan kerupuk (industri rumahan), bermain musik tradisonal gamelan, dan melihat keunikan pertemuan dua sungai yaitu sungai Elo dan sungai Progo.

Selanjutnya, peserta Famtrip diajak ke Candi Mendut untuk melaksanakan doa-doa.

Aktivitas di Candi Mendut terbagi dalam tiga tahapan. Pertama, pengambilan air berkat dari mata air (umbul) Jumprit di Kabupaten Temanggung dan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending