Connect with us

Festival

Pengembangan Festival Budaya di Menoreh Night Festival

Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam hal ini Kulon Progo memiliki begitu banyak potensi wisata unggulan, pemandangan alam yang indah, beberapa destinasi bahkan menjadi tempat favorit bagi wisatawan dan tempat berkegiatan oleh komunitas-komunitas yang berada di Yogyakarta. Hal inilah yang lantas menjadi salah satu tugas yang diemban Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta untuk terus melakukan inovasi dan langkah-langkah yang dapat mengangkat potensi wisata yang ada menjadi terkemuka serta dikenal oleh wisatawan.

Keberadaan bandara internasional di Kulon Progo tentu saja membawa dampak positif bagi usaha pengembangan Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) agar kawasan-kawasan strategis di perbukitan menoreh memiliki keunggulan di masing-masing obyek wisatanya dan ke depan sangat memungkinkan untuk dijadikan daerah tujuan wisata terkemuka.

Pengembangan destinasi wisata oleh Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta secara khusus Kulon Progo tentu saja tidak bisa dilakukaan sendiri melainkan membutuhkan sinergitas antar pihak agar semakin dikenal oleh masyarakat luas, lokal maupun internasional, salah satunya dengan memasukkan atraksi budaya di dalamnya.

Kesenian tradisional di perbukitan menoreh ini memiliki kekhasan masing-masing. Terdapat 4 Kecamatan yang masuk dalam gugusan perbukitan menoreh yaitu Kecamatan Kokap, Kalibawang, Samigaluh dan Girimulyo. Ada kesenian Incling yang berasal dari Kokap, Kesenian Jabur dari kalibawang, kesenian lengger tapeng dari samigaluh dan sendratari sugriwo subali serta wayang topeng dari girimulyo.

Acara menoreh night festival ini kemudian ditata sedemikian rupa dalam rangkaian acara mulai dari tanggal 4 – 7 Juli 2019. Rangkaian acara akan dimulai tanggal 4 Juli 2019 di pelataran Goa Kiskendo yaitu kenduri upacara adat yang akan diikuti oleh masyarakat sekitar, pamong desa, pengelola, pelaksana, dan pengisi acara.

Acara dilanjutkan di hari Jum’at, 5 Juli 2019 dimana di kegiatan ini mengadakan gugur gunung bersama pengelola, pelaksana dan masyarakat yang peduli untuk mempersiapkan acara ini.

Di hari Sabtu, 6 Juli 2019 akan digelar pasar tradisional menggunakan lapak-lapak bambu yang akan digelar dari pagi sampai malam. Siangnya masyarakat akan dihibur oleh kesenian angguk dari purwosari. Malamnya acara akan dilanjutkan dengan musik dari BulanJingga, atraksi tari dari samigaluh, pertunjukan dari Omah Cangkem, sendratari sugriwo subali dan akan dimeriahkan dengan bintang tamu Didik Nini Thowok.

Acara akan dilanjutkan di hari minggu, 7 Juli 2019, dari pukul 08.00 sampai 12.00 yang akan diisi kegiatan Kumpul Bocah Menoreh dan kesenian Incling dari Kokap. Pertunjukan ini sekaligus sebagai penutupan rangkaian acara Menoreh Night Festival 2019. Rangkaian acara ini tentu harapannya akan mengundang banyak penonton untuk hadir dan mengenal obyek wisata Goa Kiskendo sebagai destinasi yang layak untuk dikunjungi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending