Connect with us

Tour

Jelajah Gugusan Alam di Bumi Rempah

Sebagai Pulau Terbesar di Provinsi Maluku Utara, Pulau Halmahera menyimpan keragaman yang masih belum banyak diketahui masyarakat Indonesia maupun dunia. Di pulau inilah terdapat sebuah teluk yang memiliki keanekaragaman hayati bagi kehidupan ekosistem terumbu karang yaitu Teluk Jailolo.

Dari kacamata sejarah Jailolo merupakan negeri maritim yang sempat berjaya. Relasi kehidupan masyarakat setempat dengan alamnya menyimpan narasi budaya yang sangat memikat . Teluk yang memesona ini juga menjadi salah satu pintu gerbang utama menuju gugusan alam di Halmahera Barat.

Susur Pesona Kahatola, Loloda

Pagi itu saya menuju Pelabuhan Kedi di Pulau Kahatola, sebuah pulau kecil yang berada di utara Kota Jailolo dengan kapal cepat Bahari Ekspres. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 4 jam menggunakan kapal.

Matahari semakin meninggi, ditemani langit cerah dihiasi awan yang menggumpal. Tidak sabar rasanya ingin segera menyaksikkan pesona keindahan di sekitar Pulau Kahatola. Ditemani teman-teman dari Jakarta dan Ternate, saya segera memulai petualangan hari itu. Akses yang masih sulit dijangkau, menjadikan tempat-tempat yang akan saya sambangi kali ini jarang dikunjungi orang.

Di sana saya dan wisatawan lainnya disambut oleh tokoh masyarakat, toko adat dan tokoh agama, salah satunya dewan adat kecamatan, Yopi Luo yang juga selaku Kapita Juanga. Saat tiba di Desa Kedi para pengunjung melakukan ritual Joko Kaha atau Sigofi Hohu, yang dipimpin oleh Kapita Juanga.

Joko Kaha ini konon katanya dalam kepercayaan para masyarakat setempat yaitu memperkenalkan diri bagi pengunjung yang datang dan memasuki suatu tempat atau daerah agar perjalananya sampai di tujuannya dengan selamat dan kembalipun dengan selamat. Setelah tiba di Desa Kedi peserta fun trip melakukan perjalanan menyeberangi salah satu tempat wisata Kahatola dan Mariporoco.

Setelah melaju kurang lebih empat puluh menit, kapal saya tiba di sebuah tempat yang diberi nama Mariporoco. Menakjubkan! Hanya itu kata yang terlontar dari mulut saya saat tiba di tempat ini. Rasanya mustahil terdapat tempat seindah ini di tengah hamparan lautan lepas Halmahera. Perpaduan tebing-tebing tinggi menjulang dengan air laut berwana biru tosca yang mengelilinginya, menjadikan Mariporoco serasa surga. Susananya yang tenang juga menambah nilai plus tempat ini. Karena masih jarang dikunjungi orang, Mariporoco pun masih terlihat alami dan bersih.

Kemudian kapal cepat saya kembali melaju menuju pulau selanjutnya, yaitu Pulau Sosota. Gelombang air laut mulai meninggi dengan hembusan angin yang juga mulai kencang. Selama kurang lebih setengah jam akhirnya kami tiba di Pulau Sosota. Pulau Sosota sendiri adalah pulau tak berpenghuni, karena itu sebelum berkunjung ke sana, diharapkan dapat membawa perbekalan dan perlengkapan yang cukup. Kondisi topografis pulau ini adalah pulau karang dengan hamparan pasir putih, berbukit dan hanya ditemukan beberapa pohon kelapa di sana, selebihnya merupakan hamparan alang-alang. Pulau Sosota dikelilingi beberapa pulau karang dengan tebing tinggi menjulang disekitarnya.

Selanjutnya saya menuju air terjun Kahatola. Air terjun yang berada di tengah samudera ini menjadi primadona perjalanan saya hari itu. Air terjnun ini tersembunyi di antara pohon rindang dan langsung menjorok ke laut.

Air ini akan mengalir terus sepanjang tahun, airnya juga bukan dari pegunungan atau aliran sungai, melainkan berasal dari rembesan air tanah yang terkumpul dari air hujan dan tetesan embun. Air tersebut kemudian jatuh sebagai air terjun yang mengucur sepanjang tahun. Karena saya mengunjungi air terjun Kahatola ini pada musim panas, maka debit air yang jatuh ke laut lebih sedikit.

Rasa lelah selama perjalanan panjang menuju gugusan pulau indah di Halmahera Barat terbayar tuntas. Panorama alam bak lukisan tersaji seluas mata memandang. Kicauan burung dan kelalawar menjadi teman satu hari saya di Pulau Kahatola.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending