Connect with us

Digest

Jambore Sahabat Anak XXII : Tanamkan Toleransi Sejak Dini

Memperingati Hari Anak Indonesia yang jatuh setiap tanggal 23 Juli 2019, Yayasan Sahabat Anak menggelar Jambore Sahabat Anak XXII pada 20 dan 21 Juli 2019 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan. Jambore diikuti sekitar 800 anak yang tergabung dalam Komunitas Sahabat Anak beserta Mitranya, didampingi oleh para relawan (volunteer) berjumlah sekitar 500 orang terbagi dalam 20 tenda yang diberi nama menurut nama suku-suku bangsa di Indonesia, antara lain Baduy, Tengger, Anak dalam dan lain-lain.

Peserta Jambore berasal dari rumah-rumah singgah di wilayah Jabodetabek ditambah 1 kelompok komunitas yang berasal dari Sumatera Utara. Salah satu pesertanya adalah Komunitas Taman Indira di kawasan Tangerang Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA, Bapak Nahar, Direktur PT Sari Coffee Indonesia, Mr. Anthony Cottan dan beberapa pejabat lainnya.

Tema yang diusung dalam Jambore Sahabat Anak XXII adalah Kita Sama Kita Indonesia. Hal itu dipandang sebagai tema penting yang relevan dengan kondisi di tanah air akhir-akhir ini, bahwa ke-Bhineka-an menjadi suatu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Sejak dini Anak-anak Indonesia sudah harus diberikan pemahaman bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang majemuk, baik dari suku, agama, budaya, warna kulit, makanan dan adat istiadat. Tiap suku bangsa punya hak yang sama, yang dilindungi oleh Undang-Undang Republik Indonesia.

Hak-hak Anak dilindungi oleh Undang-Undang No. 35 Tahun 2014, antara lain:
• Setiap Anak berhak untuk beribadah menurut agamanya (Pasal 6)
• Setiap Anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran; berhak mendapatkan perlindungan (Pasal 9)
• Setiap Anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kejahatan seksual (Pasal 15.f.)

Konvensi Hak-Hak Anak PBB pada tanggal 20 November 1989 menempatkan urutan teratas : Hak untuk bermain. Adapun yang kategori anak adalah mereka yang usianya dibawah 18 tahun.

Dibutuhkan kerjasama Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu mempersiapkan anak Indonesia menjadi generasi penerus yang mampu diberikan tanggung jawab menjadi Indonesia Raya yang terbangun jiwa raganya. Betapa kita rindu melihat negeri ini sungguh-sungguh menjadi sebagaimana syair lagu ciptaan Ismail Marzuki : Tanah airku Indonesia, Negeri Elok Amat Kucinta.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending