Connect with us

Digest

Hamka B Kady Yakin Jembatan Gantung Makammu II Dapat Meningkatkan Perekonomian Lokal

ARCHIPELAGOS.ID – Warga Bulukunyi, Polsel, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan kini tak lagi harus jalan mengitar melewati sungai untuk bisa mencapai kota.

Mereka kini sudah punya jembatan gantung sebagai penyambung konektivitas guna meningkatkan perekonomian warga yang mayoritas petani.

Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady menghadiri langsung acara peresmian jembatan gantung Makammu II ini, Kamis (6/1/2022).

Proyek infrastruktur ini adalah program berkelanjutan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR, dimana kementerian ini adalah mitra Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur.

Jembatan gantung ini memiliki panjang bentang 60 meter menggunakan konstruksi rigit.

Arah masuknya kurang lebih 250 meter dengan konstruksi beton, kemudian jalan keluarnya kurang lebih 150 meter juga dengan beton.

Pelaksanaan pembangunanya kurang lebih 6 bulan dari Maret sampai September 2021.

Jembatan gantung ini hanya bisa dilewati manusia dan kendaraan roda dua, maksimal kurang lebih hanya 1 ton kapasitas penggunanya.

Adapun anggaran pembangunan jembatan ini kurang lebih menghabiskan Rp 3,169 miliar.

Hamka B Kady mengatakan ini bukan jembatan pertama yang dibangun hasil dari aspirasi dirinya di Dapil I Sulsel. Kurang lebih 8 jembatan sudah selesai.

Menurutnya, konektivitas menjadi hal utama dalam peningkatan ekonomi, termasuk di pedesaan.

Artinya infrastruktur konektivitas antar wilayah atau antar desa harus tersedia terlebih dulu. Jangan lagi ada desa yang terisolasi. Apalagi terisolasinya karena dipisahkan sungai.

“Saya ingat di Jeneponto kalau arus sungai tinggi, anak-anak tidak bisa pergi ke sekolah karena tidak sanggup menyeberangi sungai. Kami lalu buatkan jembatan disitu. Semua masalah beres. Manfaatnya besar sekali,” kenang Politisi Golkar itu.

Hamka mengatakan bahwa keberadaan jembatan gantung akan mempermudah dan memperpendek akses masyarakat di perdesaan.

Selain itu, jembatan gantung merupakan infrastruktur kerakyatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain menjadi penghubung antardesa, jembatan gantung juga berpotensi menggerakkan perekonomian lokal, seperti menjadi objek wisata bagi masyarakat sekitar.

“Buktinya jembatan gantung ini. Faktor-faktor ekonomi semua berjalan. Warga tidak perlu lagi jalan memutar. Ekonomi berputar dan transaksi jual beli berjalan maksimal,” katanya.

Legislator Senayan dua periode ini juga memastikan pembuatan jembatan gantung ini sudah melalui prosedur yang benar, utamanya dalam hal konstruksinya agar benar-benar aman dilalui dan tidak mudah roboh atau terbawa arus sungai.

“Oleh karena itu saya sejak awal mengimbau pembangunan jembatan tidak boleh hanya memikirkan keuntungan semata,” pungkasnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending