Connect with us

Festival

Festival Budaya To Berru 2019: Lestarikan Warisan Leluhur

Kabupaten Barru yang indah kembali meriah dan hidup lewat penyelenggaraan event tahunan Festival Budaya To Berru pada 19-21 Februari 2019 yang dipusatkan di Taman Colliq Pujie Alun-Alun Kota Barru Sulawesi Selatan.

8 tahun perjalanan Festival Budaya To Berru, merupakan event tahunan kalender event pariwisata Sulawesi Selatan, kembali hadir dengan tema “Harmony Dalam Karya” yang pelaksanaanya bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Barru ke-59.

Acara dibuka dengan malam pemilihan Duta Budaya Barru 2019 diiringi Pertunjukan Musik dan Tari Tradisional oleh Komunitas Budaya Barru. Kemudian dilanjutkan dengan temu karya 24 Koreografer dari Sulsel, Sulbar, Yogyakarta, NTB, Jawa Barat, Carnaval Budaya se-Sulsel, permainan tradisional berupa lomba Maggasing, Majjeka, Majujung Busu, Merakit Lawasuji serta pameran karya Seni Rupa, kuliner tradisional serta ditutup dengan karnaval budaya.

Bupati Barru Ir. H. Suardi Saleh mengaku bangga kerena festival budaya ini sukses menyedot perhatian nasional. “Kegiatan ini juga sekaligus untuk melestarikan nilai budaya daerah dan warisan leluhur,” tuturnya.

Animo masyarakat begitu besar, terlihat dari partisipasi warga dari berbagai kecamatan dan desa bahu membahu menyukseskan acara ini. Bagi mereka, Festival To Berru adalah ‘wajah’ Barru sesungguhnya dimana warisan leluhur tetap terjaga tak tergerus modernisasi.

Item acara yang ditunggu masyarakat adalah pagelaran tari massal yang diperagakan oleh siswa siswi se-Kabupaten Barru. Sebanyak 180 penari berbalut Baju Bodo khas Bugis menari dihadapan ribuan audience. Tampak hadir, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Bupati Barru Suardi Saleh, tokoh masyarakat Sulsel Aksa Mahmud serta pejabat daerah lainnya.

Tahun ini tari massal mengangkat tema bahari. Mengungkap semangat para pelaut Bugis menaklukkan derasnya ombak dan ganasnya gelombang dengan tetap menjaga harmoni sistem sosial budaya.

Arak-arakan budaya juga tak kalah menghentak. Ribuan masyarakat berikut wisatawan tumpah ruah di jantung kota Barru menyaksikan gelaran ini. Para peserta karnaval budaya itu diikuti seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Barru.

Ditampilkan peragaan adat yakni majjujung busu dan majjeka’. Majjujung busu adalah kebiasan arif masyarakat berupa mengangkat gentong yang ditaruh diatas kepala. Sementara majjeka atau bermain engrang adalah permainan rakyat yang mengandalkan galah atau tongkat.

Selain itu, dimeriahkan pula dengan penampilan kostum Ilagaligo, kostum Lappalaona, kostum Celebes Canyon, kostum sepasang pengantin Bugis dan sepasang kostum pengantin Makassar. Serta penampilan karnaval kostum dari luar daerah.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending