Connect with us

Profile

Darmawangsyah Muin dan Impiannya Menjadikan Gowa Sebagai Kota Budaya

12 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2020 salah satu diantaranya adalah Kabupaten Gowa daerah yang berbatasan langsung dengan kota Makassar.

Sejumlah tokoh tenar mulai muncul dan menjadi perbincangan khalayak. Politisi Gerindra yang juga putra asli Gowa Darmawangsyah Muin santer terdengar akan maju bertarung di ajang lima tahunan ini. Putra Kelahiran Pallangga ini merupakan Cucu dari Jenderal Hertasning salah satu Tokoh Nasional Indonesia.

Keinginannya tampil di pesta demokrasi pemilihan kepala daerah Kabupaten Gowa 2020 bukan tanpa alasan. Bahkan Wawan begitu sapaan akrabnya rela melepas statusnya sebagai legislatif di DPRD Sulsel dimana pada Pileg 2019 kemarin ia sukses meraup suara terbanyak yakni 39.834 suara di dapil Gowa Takalar dibanding caleg lainnya.

Karir politik pria 43 tahun ini terbilang cemerlang. Ia menjejakkan kaki di dunia politik sejak tahun 2004, kala itu usianya masih 29 tahun. Darmawangsyah langsung duduk di parlemen Kabupaten Gowa selama 5 tahun.

“Tahun 2009 saya rehat sejenak kembali sebagai pengusaha, baru pada tahun 2014 kembali ke politik dan duduk di DPRD Sulsel sebagai Ketua Komisi D,” jelas Darmawangsyah saat ditemui di Makassar beberapa waktu lalu.

Berikut petikan wawancara dengan Ir. Darmawangsyah Muin M. Si terkait kesiapannya maju sebagai calon Bupati Gowa:

Bagaimana kesiapan anda untuk tampil di ajang Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa tahun 2020?

Saya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Jika masyarakat Gowa menginginkan saya maju, tentu saya siap. Alhamdulillah kendaraan politik kita sudah ada. selain Gerindra sudah ada 2 Partai yang menyatakan siap bergabung.

Apa tawaran baru yang ingin anda tawarkan jika nantinya maju sebagai calon bupati Gowa?

Saya menawarkan silaturahmi yang baik, pelayanan maksimal dan pembenahan infrastruktur, tata ruang, dan meningkatkan sektor pertanian yang selama ini anggarannya sangat kecil, kesehatan prima, pembuatan sekolah baru, memperhatikan kegiatan keagamaan dan pelestarian budaya.

Terkait dengan pelayanan, bagaimana anda membangun kedekatan dengan masyarakat?

Niat saya maju untuk melayani bukan dilayani. Memang tipikal pemimpin yang baik adalah mengayomi dan melindungi masyarakatnya. Sejak duduk di parlemen, setiap hari di pagi hari saya membuka ruang untuk masyarakat baik itu di rumah maupun di kantor mendengarkan keluh kesah mereka. Dengan pelayanan langsung terhadap masyarakat, mereka merasa lebih dekat tanpa sekat dengan saya. Mereka benar-benar merasa terwakili. Ini yang menjadi fokus saya sejak awal duduk sebagai wakil rakyat.

Pelestarian budaya Gowa sangat kuat, apa yang ingin dikembangkan?

Gowa terkenal dengan kerajaannya dan budaya leluhur. Beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran budaya yang tidak diinginkan oleh masyarakat. Perebutan kekuasaan antara pemda dan pihak keluarga kerajaan yang cukup meluluhlantahkan nilai luhur Kab Gowa. Jika terpilih nanti, saya akan mengembalikan nilai luhur itu, mengedepankan gotong royong dan harmonisasi antara pemerintah daerah dan keluarga kerajaan.

Bagaimana dengan sektor pariwisata Gowa? Apa yang ingin dibenahi?

di Gowa banyak destinasi yang sebenarnya jadi peluang peningkatan ekonomi. Salah satunya di Malino. Banyak spot wisata yang harus dibenahi di sana. Sehingga wisatawan tidak hanya mendapatkan udara sejuk tapi juga spot wisata menarik salah satunya air terjun Romponbulo/Borongbulo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. Melestarikan hutan pinus agar tetap alami. Menata pedagang sekitar area wisata. Sehingga jika semua ini tertata dengan baik maka akan memunculkan ekonomi baru bagi masyarakat. Dan masih ada beberapa spot wisata baru yang seharusnya dimunculkan.

Selain wisata alamnya, Gowa juga tersohor dengan wisata budayanya, apa terbosan anda ke depan?

wisata budaya juga perlu perhatian khusus. Misalnya Balla Lompoa, Makam Syekh Yusuf, Makam Sultan Hasanuddin. Sehingga bisa menjadi destinasi wisata terintegrasi antara wisata alam dan wisata budaya. Jadi bukan hanya kota alam tapi juga Gowa kedepannya akan menjadi Kota Budaya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending