Connect with us

Digest

Anggota DPR-RI Komisi V Hamka B Kady Meresmikan Rumah Susun Yayasan Qurra Wal Khuffas Ukhwatul Islamiyah

ARCHIPELAGOS.ID – Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady meresmikan rumah susun Yayasan Qurra Wal Khuffas Ukhwatul Islamiyah, Bone, Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (6/1/2022).

Rusun Pesantren yang diperuntukkan untuk pemondokan para santri ini termasuk dalam tipe supermini. Spesifikasinya memiliki 4 barak dengan kapasitas 56 santri dan dilengkapi dengan 10 toilet.

Terealisasinya pembangunan rusun untuk santri ini merupakan hasil aspirasi Hamka B Kady di tahun 2021. Aspirasi ini merupakan wujud perhatian Hamka B Kady terhadap lembaga pendidikan Islam khususnya di wilayah konstituennya.

“Penggodokan anggarannya ini dimulai dari 20 Oktober 2020, pelaksanaannya 2021. Mulai pembangunannya pada Mei 2021 lalu. Desember kemarin selesai, Alhamdulillah hari ini bisa kita resmikan,” terang Hamka.

Ia berharap kapasitas rumah susun yang rencananya akan dijadikan rumah tahfidz ini dapat menampung santri dan santriwati yang ada.

“Kami juga berharap ponpes ini dengan segala fasilitasnya dapat mencetak generasi beriman dan bertaqwa berdaya guna untuk bangsa dan negara. Seperti ini tempat mondok para santri calon tahfidz Quran, masa depan bangsa ini ada di pundak mereka,” harap politisi Golkar tersebut.

Tak lupa Hamka menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kementerian PUPR khususnya Kepala Balai Penyediaan Perumahan di Sulawesi atas terbangunnya rusun ponpes ini.

“Apapun keputusan yang bakal diambil pemerintah harus melalui proses politik di DPR. Karena kami pemegang hak budgeting, hak pengawasan, dan membuat UU. Tahap awalnya tentu DPR harus menyerap aspirasi masyarakat di bawah kemudian dituangkan dalam perumusan anggaran dan diwajibkan untuk dilaksanakan,” paparnya.

Termasuk aspirasi ini harus dilaksanakan selama keuangan negara memungkinkan itu.

Hamka memastikan program kemasyarakatan, rumah susun, rumah khusus, rumah nelayan dan sebagainya yang dibutuhkan masyarakat tetap dilanjutkan.

“Memang harus sabar, karena Indonesia ini luas, dananya terbatas, tentu dipilih yang lebih prioritas,” tandasnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending