Connect with us

Profile

Andrian Ishak Hadirkan Pengalaman Multi-sensory Dining

“Apa itu passion dan sejauh mana Anda mengenal passion Anda?” adalah segelintir pertanyaan sederhana yang dilontarkan Andrian Ishak, seorang chef ternama Indonesia, saat mendekonstruksi 17 hidangan legendaris khas kota Bandung ala molecular gastronomy di Gedung Gas Negara, kawasan gedung tua jalan Braga.

Andrian mengaku keberhasilan dirinya menjadi seorang chef molecular gastronomy berkat giat eksplorasi mengenal diri hingga menemukan passion sejatinya, yaitu mendorong batas inovasi kuliner dengan memaduk kesenian dengan ilmu sains.

15 tahun dedikasi chef Andrian Ishak di ilmu kuliner molecular gastronomy tak melelahkan dirinya untuk terus berkreasi menciptakan keajaiban dan pengalaman baru di dalam sebuah hidangan.

“Saya itu sebenarnya bukan seorang koki, melainkan seorang seniman. Bermula menjadi seorang gitaris, mengembangkan kecintaan saya terhadap seni dan makanan yang menghantarkan saya mempelajari teknik molecular gastronomy. Perjalanan yang cukup panjang dan berlika-liku dalam menemukan apa yang menjadi passion saya, namun it’s worth it,” ungkap Andrian Ishak.

Oleh karena itu, dengan mengusung tema “Discover the local legends”, Andrian Ishak menghadirkan pengalaman multi-sensory dining yang untuk pertama kalinya mengeksplorasi, menggali, dan mendekonstruksi 17 hindangan legendaris khas kota Bandung.

Dibalik tampilan penyajian yang bemain dengan mata, kerenyahan serta kelembutan yang bertumbuk dalam mulut, serta perpaduan rasa berbagai rempah yang menjelajah lidah – pada setiap hidangan terdapat sejumlah anekdot pencarian, penemuan, dan perjalanan passion yang ditempuh Andrian Ishak.

“Bandung merupakan tempat yang sangat istimewa di hati saya. Bukan hanya karena makanan- makanannya, tetapi juga saksi hidup saya dalam discover dan decide apa yang membuat hidup saya menjadi lebih terarah dan penuh semangat, dan passion saya itu ternyata adalah molecular gastronomy. Dalam rangkaian hidangan yang saya sajikan pada pengalaman multi-sensori ini, saya ingin menginspirasi setiap partisipan yang hadir untuk terus mencari, menemukan dan mengerti pentingnya sebuah passion,” ungkap chef Andrian Ishak.

Sebagian persiapan, Andrian Ishak telah mempelajari setiap cita rasa pada makanan khas lokal Bandung dan memilih 17 hidangan legendaris untuk dinikmati dengan cara makan yang berbeda, namun tanpa menghilangkan rasa aslinya.

Salah satu makanan yang dihidangkan adalah lotek, dan yang terkenal di Bandung adalah Lotek Kalipah Apo 42 yang sudah berusia setengah abad. Sejak berdiri tahun 1953, lotek istimewa ini

tidak pernah berubah rasanya dari semenjak awal berdiri hingga saat ini. Dengan kualitas yang terus terjaga tersebut, Chef Andrian discover bahwa konsistensi sangat dibutuhkan sebagai modal utama sebuah kepercayaan; dan kepercayaan adalah dasar dari loyalitas.

Lalu juga ada makanan yang tak pernah sepi pengunjung. Siapa tak kenal dengan Mie Kocok Bang Dadeng, mie yang kocok yang menggunakan 27 macam rempah-rempah. Mie ini tidak akan bisa dinikmati secara maksimal tanpa dikocok, namun Andrian membuatnya dengan sangat menarik dengan mengajak audience untuk mengocok bahan-bahannya untuk tercipta Mie yang siap dinikmati.

Tidak kalah menarik, Andrian Ishak pun menyajikan menu Es Duren Kantin Sakinah X Es Alpukat Linggarjati sebagai hidangan dessert. Instrumen musik metal dengan backsound gemuruh petir dan visual yang menampilkan derasnya hujan menemani penyajiannya. Namun sebelum itu, yang paling unik audience diajak untuk menggunakan jas hujan demi merasakan sensasi hujan yang sebenarnya.

Selain itu, masih banyak menu-menu lain yang disajikan, seperti Perkedel Bondon, Kupat Tahu Gempol, Sate Kambing Hadori, dan lainnya, di mana penyajiannya turut ditemani visual dan suara yang dapat memberikan kesan tersendiri bagi para audience yang hadir.

Dari penyajian visual dan suara pada pengalaman multi-sensory dining bertema “Discover the local legends” oleh chef Andrian Ishak tersebut, beliau menyampaikan, “passion adalah energi saya dalam menjalani pekerjaan, dan segala apapun yang saya dapat banggakan sekarang, itu merupakan hasil dari decisions yang saya pilih.”

Siapa Andrian Ishak?
Seorang seniman yang didorong oleh rasa cintanya terhadap makanan dan ilmu sains, Andrian Ishak menggabungkan sains dengan beberapa tambahan lainnya untuk membuat hidangan tradisional versinya.

Setelah menempuh perjalanan panjang, gaya memasak dengan mengkombinasikan sains akhirnya menghadirkan hal yang baru. Suatu hal yang cocok menggambarkan gayanya secara keseluruhan, Andrian Ishak berhasil menggunakan kombinasi beberapa teknik nyata ilmiah untuk menghasilkan sebuah variasi yang menyenangkan pada hidangan tradisional, yang dapat dimakan dan memberikan sensasi rasa tersendiri di Namaaz Dining – restoran molecular gastronomy pertama di Indonesia, yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Tanpa memiliki latar belakang kuliner sebagai dasar yang sebenarnya, tidak menghentikan Andrian untuk menciptakan hidangan yang penuh keajaiban sebagai sarana untuk menyalurkan seninya. Bahkan, hal itu justru memberikan inspirasi kepada dirinya untuk terus berkarya dan menyadari bahwa begitu banyak ruang dan kebebasan pada dirinya untuk bekerja tanpa batas.

Melalui molecular gastronomy-nya, Andrian berharap dapat menyorot makanan-makanan jalanan setempat di setiap piring yang Ia sajikan, sebagai refleksi dari kecintaannya terhadap makanan.

Setelah decide untuk keluar dari industri musik, yang notabennya Ia juga seorang pemain gitar, Andrian seringkali menggabungkan musik favoritnya ke dalam hidangannya, untuk merepresentasikan seni teatrikal. Pendidikan yang Ia geluti di Institut Pariwisata Bandung merupakan salah satu sarana yang membantunya mengerti seberapa penting arti sebuah ‘keputusan’.

Mulai saat itu Andrian percaya bahwa ‘decision moves him forward’, karena sebuah keputusan membentuk sebuah kepercayaan diri terhadap segala potensi yang dimiliki dan keputusan merupakan awal dari perjalanan karir luar biasa dari seorang Andrian Ishak.

Andrian tidak pernah mengaku menjadi koki melainkan seorang seniman, yang berhasil mendobrak batasan-batasan dalam dirinya dan hidup secara luar biasa karena berhasil decide untuk meraih kebebasan dalam dirinya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending