Connect with us

Digest

Abbi AP Darmaputra, Founder AyoTernak.id yang Bangun Ekosistem Peternakan Hulu ke Hilir

Perkembangan teknologi dan transformasi digital memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Hal ini yang kemudian coba dimanfaatkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menghubungkan antara satu Startup dengan Startup lainnya.

“Dalam ekonomi digital dan kreatif, Startup merupakan bagian dari kami. Tadi kami lihat beberapa kebutuhan yang sekiranya bisa kami hubungkan dengan beberapa Startup lainnya sehingga ke depan dapat terjalin kerja sama,” jelas Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Niel El Himam saat menghadiri Indo Livestock 2022 Expo dan Forum, JCC Jakarta, Jumat (8/7).

Salah satu contoh Startup yang menjadi perhatian Niel pada acara tersebut adalah AyoTernak.id. AyoTernak.id merupakan sebuah aplikasi yang berfungsi untuk menghubungkan para peternak pertama dengan konsumennya.

“Intinya adalah, kita berharap supaya (Startup) dapat bersinergi sehingga tidak perlu kerja sendiri-sendiri. Saya rasa ini momen yang tepat. Dan saya berterima kasih diundang ke sini dan bisa melihat bahwa luar biasa, ternyata memang sudah ada peternak mandiri yang besar sekali,” jelas Niel.

Niel berharap dengan adanya sinergisitas tersebut AyoTernak.id dapat berkembang, di mana saat ini masih menjadi Startup, mungkin nantinya bisa berkembang menjadi Unicorn atau Decacron. “Saya rasa ini sangat mungkin sekali. Saya juga salut kepada teman-teman di sini karena survivabilitynya luar biasa. Harapannya kita bisa saling membantu dan tentunya ini juga untuk kemaslahatan kita juga dari sisi ketahanan pangan di Indonesia,” ungkapnya.

Apresiasi atas eksistensi AyoTernak.id juga disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah. Nasrullah menyebut aplikasi ini sebagai bentuk terobosan dalam sektor peternakan.

“Saya bangga dan senang dengan adanya ini (AyoTernak.id), karena bukan hanya produk, tapi juga konsultasi, ada ternaknya, kandangnya, konsultasi kesehatan, konsultasi produksi, kemudian layanan market. Saya kira ini tinggal ditingkatkan dan konsisten,” ungkap Dirjen.

“Suka tidak suka harus ditanamkan IOT (Internet of Thinking) dan sejenisnya telah menjadi keharusan dalam industri saat ini, termasuk industri peternakan. Dan tentunya terobosan ini, teman-teman di AyoTernak.id tinggal menambahkan variasi-variasi produk dan layanannya,” tambah Nasrullah.

Hulu ke Hilir Sektor Peternakan

Sektor peternakan menjadi sektor penting dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Sektor ini sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan di negeri ini. Namun, dalam implementasinya masih ditemui sejumlah tantangan, salah satunya yaitu belum terbentuknya mekanisme yang efektif dan efisien untuk menghubungkan antara para peternak dengan konsumen. Terlebih, disrupsi teknologi menjadi tantangan baru di mana seharusnya interaksi dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun.

AyoTernak.id hadir untuk menjawab tantang tersebut. AyoTernak.id merupakan sebuah aplikasi superapp yang didesain untuk memfasilitasi seluruh kegiatan di sektor peternakan secara end to end (hulu ke hilir).

AyoTernak.id diinisiasi dan dikembangkan oleh Abbi Angkasa Perdana Darmaputra dengan kedua adiknya yakni Ramadhana Dwi Putra (Co founder – techincal and Asset development) dan Tiga Putra Perkasa (Co – Founder, Market development and Further Process) di bawah naungan PT Tiga Putra Perkasa.

Abbi merupakan seorang dokter lulusan University of Melbourne yang begitu menaruh perhatian besar pada sektor peternakan di Indonesia. Sosok ayah menjadi inspirasi kecintaan dan kepedulian Abbi pada sektor ini. Ayahnya merupakan seorang tokoh peternak ayam nasional, Tri Hardiyanto, yang merupakan Ketua Pembina Gopan (Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional).

Abbi meyakini bahwa sektor peternakan juga harus bertransformasi menjadi lebih efisien dari hulu ke hilir. Tidak hanya itu, pria berusia 37 ini juga mengungkapkan harus terdapat sebuah mekanisme yang mampu memberikan keamanan bagi peternak maupun pembeli (konsumen). “Jadi, kalau kita bicara connecting dots, kami memiliki fungsi untuk menghubungkan antara titik-titik peternakan yang selama ini terpisah,” jelas Abbi.

“Peternakan itu unik, orang tuh rata-rata ternak di gunung atau di tempat-tempat yang jauh. Sementara, kebutuhan utamanya ada di kota, kita coba menghubungkan satu demi satu, mulai dari supplier-supplier hingga ke konsumen,” tambahnya.

Abbi kemudian mengembangkan AyoTernak.id menjadi sebuah aplikasi yang menyediakan beragam fitur sehingga dapat mempermudah para pemilik kandang, peternak, supplier produk pendukung peternakan, pembeli hasil ternak, investor, dan masyarakat umum yang ingin memiliki bisnis peternakan ataupun sekedar membeli hasil ternak secara langsung.

Abbi menjelaskan dalam aplikasinya pemilik kandang dapat melisting/mengiklankan kandangnya agar dapat disewa oleh peternak atau pebisnis. Peternak dapat memilih kandang dan membeli produk pendukung. Pemilik produk dapat menambah kanal penjualannya dengan melisting atau mengiklankan produknya di aplikasi ayoternak.

Tidak hanya itu, Abbi kemudian menyebut para investor dapat memiliki bisnis peternakan dengan memilih masing-masing komponen usahanya dari mulai kandang, pengelola, bibit, pakan, sampai ke menjual hasil ternaknya di dalam 1 aplikasi. Abbi kemudian menyebut AyoTernak seperti bermain harvest moon atau farmville di dunia nyata. Masyarakat umum juga dapat membeli hasil ternak dengan harga yang kompetitif karena membeli secara langsung dari peternak.

 

 

 

 

 

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending